Menjadi Guru Pembimbing
A Take home Asiggnment
Submintted in partial fulfillment of the
requirements
For the subject Belajar dan Pembelajaran
Antonius Sianturi
(1688203068)
Menjadi
guru untuk memperbaiki Proses Pembelajaran dikelas dengan mencakup beberapa
aspek berikut ini:
Aplikasi
teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal
seperti: tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik pebelajar,
media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia.
Model pembelajaran adalah satu perencanaan
atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran
di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan
perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, komputer,
kurikulum, dan lain-lain. Dalam memperbaiki proses pembelajaran dengan model modifikasi tingkah laku
(Behavioral). Model ini lebih menekankan pada aspek perubahan
perilaku psikologis dan perlilaku yang tidak dapat diamanti karakteristik.
Setelah Anda sudah mengaplikasikan model pembelajaran, Selanjutnya Anda ketahui
pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: 1. pendekatan pembelajaran
yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach)
dan 2. pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher
centered approach). Setelah Anda melakukan pendekatan pembelajaran, Anda harus
melakukan metode
ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik
tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode
ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Supaya siswa merespon Anda
harus memiliki strategi, yaitu Strategi
Penyampaian (Delivery Strategy) merupakan
cara untuk menyampaikan pembelajaran pada siswa atau untuk menerima serta
merespon masukan dari siswa.
Guru sebagai pembimbing adalah
proses pemberian bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman dan
pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara
maksimum terhadap sekolah, keluarga serta masyarakat.
Selama proses belajar mengajar
berlangsung sering kali murid mengganngu temannya yang lain dengan berbagai
cara, suka berbuat usil kepada temannya, sehingga temannya tidak konsentrasi
lagi terhadap apa yang disampaikan oleh guru. Guru harus mampu membaca suasana
hati siswa ketika mengajar, kemudian menyesuaikan aktivitas pembelajaran dengan
suasana hati siswa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar