Jumat, 10 November 2017

Menjadi Guru Profesional



Menjadi Guru Pembimbing
A Take home Asiggnment
Submintted in partial fulfillment of the requirements
For the subject Belajar dan Pembelajaran
Antonius Sianturi
(1688203068)

            Cara guru untuk memperbaiki Proses Pembelajaran dikelas dengan mencakup beberapa aspek berikut ini:
            Aplikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti: tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik pebelajar, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia.
             Model pembelajaran adalah satu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, komputer, kurikulum, dan lain-lain. Dalam memperbaiki proses pembelajaran dengan model modifikasi tingkah laku (Behavioral). Model ini lebih menekankan pada aspek perubahan perilaku psikologis dan perlilaku yang tidak dapat diamanti karakteristik. Setelah Anda sudah mengaplikasikan model pembelajaran, Selanjutnya Anda ketahui pembelajaran terdapat dua jenis pendekatan, yaitu: 1. pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan 2. pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). Setelah Anda melakukan pendekatan pembelajaran, Anda harus melakukan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Supaya siswa merespon Anda harus memiliki strategi, yaitu Strategi Penyampaian (Delivery Strategy)  merupakan cara untuk menyampaikan pembelajaran pada siswa atau untuk menerima serta merespon masukan dari siswa.
Guru sebagai pembimbing adalah proses pemberian bantuan terhadap individu untuk mencapai pemahaman dan pengarahan diri yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian diri secara maksimum terhadap sekolah, keluarga serta masyarakat.
            Selama proses belajar mengajar berlangsung sering kali murid mengganngu temannya yang lain dengan berbagai cara, suka berbuat usil kepada temannya, sehingga temannya tidak konsentrasi lagi terhadap apa yang disampaikan oleh guru. Guru harus mampu membaca suasana hati siswa ketika mengajar, kemudian menyesuaikan aktivitas pembelajaran dengan suasana hati siswa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar